Perjalanan Wisata ke Bali #2

Hari kedua di Bali, setelah sarapan pagi di hotel, saya dan rombongan berangkat menuju tempat wisata berikutnya yaitu Kintamani, Agrowisata Kopi, Pura Tirtha Empul dan BCC (Bali Classic Center). Tapi sebelum ke Kintamani, rombongan mampir dulu di Cening Bagus (pusat oleh-oleh) untuk belanja. Setelah dari Cening Bagus, rombongan mampir di Galuh (pusat kain batik khas Bali), sekalian melihat-lihat rumah adat Bali yang berada di belakang toko. Setelah puas belanja dan melihat-lihat rumah adat Bali, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kintamani.

Kintamani Bali
Kintamani sendiri merupakan tempat wisata untuk menikmati keindahan pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur. Biasanya para pengujung bisa menikmatinya dari tempat yang lebih tinggi yaitu dari Penelokan di desa Kedisan. Banyak pengunjung yang datang ke desa ini dengan tujuan untuk hanya sekadar menikmati makan siang sambil melihat-lihat pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur ditemani dengan susasana sejuk yang masih sangat alami.

Tapi sayang, waktu itu rombongan kami tidak bisa turun untuk foto-foto, karena tempat parkirnya penuh. Sehingga rombongan kami hanya istirahat untuk makan siang di salah satu restoran setempat sambil menikmati pemandangan yang ada di daerah tersebut.

Setelah dari Kintamani, rombongan langsung meluncur ke Agrowisata Kopi BAS (Buana Amertha Sari). Ini merupakan salah satu lokasi agrowisata yang memberikan pengalaman mengolah dan menikmati hasil kebun.

Masuk ke kawasan perkebunan, udara sangat sejuk dengan pohon besar seperti kopi, kakao, papaya, kelapa, pisang, sampai tanaman perdu aneka rempah. Di masing-masing pohon ada tulisannya dalam bahasa Inggris.

Selain itu, BAS juga memperlihatkan cara proses kopi dari biji mentah menjadi bubuk. Sebuah sudut di desain seperti dapur tradisional dengan tungku kayu. Biji kopi di roasting sehingga udara menjadi semerbak kopi. Aneka biji kopi diperlihatkan seperti arabika, robusta, sampai luwak yang masih ngetren dan mahal.

Salah satu proses pembuatan kopi dari biji kopi menjadi bubuk kopi
Setelah melihat proses pembuatan kopi, rombongan diarahkan ke salah satu tempat yaitu kedai kopi di tengah kebun. Dengan panorama bukit hijau di seberang lembah, para pengunjung menyesap aneka jenis kopi yang disediakan. Disini modelnya, kalau kita beli olahan kopi, maka kita akan diberikan 12 tester kopi, teh dan olahan rempah secara gratis. Olahan teh terdiri dari tester gratis lemon tea, lemongrass tea, rosella tea, pandanus tea, ginger tea, dan ginseng tea. Sementara dari olahan kopi ada arabica dan robusta coffee, coconut coffee, vanilla, serta hot cocoa. Setelah puas menikmati kopi, kita melanjutkan perjalanan ke obyek wisata berikutnya yaitu Pura Tirtha Empul.

Pura Tirtha Empul adalah sebuah tempat persembahyangan bagi umat Hindu yang di dalamnya terdapat beberapa pancuran air suci yang dipercaya sebagai air yang dapat menyucikan tubuh (Pelukat). Pura Tirtha Empul terletak di wilayah desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar.

Pura Tirtha Empul Bali
Setiba di parkiran kita akan membeli tiket masuk (saya sudah ditanggung biro wisata) dan sebelum masuk menuju pintu masuk area pura, kita diwajibkan memakai kain sejenis sarung bagi yang memakai celana pendek atau di atas lutut dan memakai selendang saja jika sudah memakai pakaian di bawah lutut, kain dan selendang sudah disediakan oleh pihak pengelola wisata, hal ini untuk menghormati area suci di dalam pura.

Kebetulan setelah masuk di area pura, saya ketemu dengan artis sinetron Anak Jalanan (Dado), langsung saja saya minta foto sama si Dado (lumayan bisa foto sama artis sinetron). Tidak hanya Dado, tetapi ada juga Mondy dan Reva yang saya lihat, tapi saya tidak bisa foto sama mereka, keburu di tarik sama managernya untuk keluar dari area pura.

Ketemu "Dado" artis sinetron Anak Jalanan RCTI
Di dalam area Pura Tirtha Empul kita akan melihat banyak pancoran air sumber yang jernih dan besar, tempat inilah yang dipakai oleh masyarakat Bali untuk melukat atau mandi dengan tujuan membersihkan diri dari roh jahat yang berada dalam tubuh. Saya sendiri tidak ikut mandi, karena saya tidak membawa baju ganti, hehehe....

Pancoran air di area Pura Tirtha Empul
Setelah puas menikmati beberapa keunikan Pura Tirta Empul, kita jalan menuju keluar pintu dan akan melewati sebuah kolam ikan koi dan jenis lainnya yang sangat banyak. Sepanjang pintu keluar kita akan melewati banyak pedagang yang menawarkan barang dagangan mereka seperti, kain Bali, patung, lukisan, gantungan kunci dan handycraft lain buatan masyarakat Tirtha Empul Bali. Setelah dari Pura Tirtha Empul, kita melanjutkan ke obyek wisata berikutnya yaitu Bali Classic Center (BCC).

Kolam ikan yang ada di area Pura Tirtha Empul
Bali Classic Centre (BCC) lokasi di Ubud dan ini adalah Taman Wisata khusus dengan desain seni khusus penuh pemandangan sawah, sungai dan alam udara segar. Di pintu gerbang BCC, kami yang datang langsung disambut dengan iring-iringan orang Bali ala tradisi Melasti menuju Wantilan (ruang lobi). Setelah iring-iringan penyambutan ala Melasti, para wisatawan langsung melintasi gapura untuk masuk pendopo. Di pendopo, mereka beristirahat sambil menikmati tarian Sekar Jagat yang dimainkan oleh tiga perempuan Bali.

Tarian Sekar Jagad
Setelah itu, para pengunjung BCC diajak ke panggung pertunjukan. Di atas panggung itu disajikan tarian Cendrawasih, tarian Topeng, tarian Barong Macan, lalu diakhiri dengan tarian Pergaulan (Joged). Pada tarian joged ini, ketiga penari perempuan itu mendekati pengunjung dewasa, baik perempuan maupun laki-laki untuk diajak menari ke panggung pementasan atau joged bersama. Acara diakhiri dengan foto bersama para penari tersebut.

Setelah dari BCC, rombongan melanjutkan perjalanan menuju hotel. Dalam perjalanan kita mampir dulu di sebuah restoran untuk makan malam. Sampai di hotel kita langsung istirahat, karena besok harus bangun pagi untuk melanjutkan wisata di hari ketiga. Bersambung...
Perjalanan Wisata ke Bali #2 Perjalanan Wisata ke Bali #2 Reviewed by Nandang Pitoyo on 22.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Berkomentarlah secara bijak, jangan melakukan SPAM

Diberdayakan oleh Blogger.